Semua Jalan Menuju Kebenaran

Oleh: Ayatullah Taqi Mishbah Yazdi

Tanya: Apakah mungkin kita berpendapat bahwa dalam tubuh Islam sendiri bisa diterapkan ungkapan banyak jalan menuju kebenaran?

Jawab: Keyakinan tentang adanya banyak jalan menuju kebenaran jika disesuaikan dengan penafsiran pluralisme adalah bahwa dalam satu masalah kebenaran bisa berbilang dan berbeda-beda. Sebagaimana yang telah kita singgung pada jawaban yang lalu dimana hal itu sama sekali tidak bisa diterima.

Akan tetapi jika kita sesuaikan dengan penafsiran pluralisme lain yang menganggap bahwa hakikat itu satu akan tetapi manusia belum bisa menjangkaunya, hal ini secara umum masih belum bisa diterima dan hanya dalam cakupan yang sangat particular sekali yang mungkin masih bisa kita terima. Sebagaimana disebutkan oleh para mufassir dalam karya-karya mereka bahwa hal tadi sering disebut dengan “subul” (jamak dari sabil=jalan. Pen) dan bukan “shuruth” (jamak dari shirath.pen) yang berarti jalan besar dan utama yang hanya satu wujudnya. Hanya dengan bersandar pada yaqiniat (premis certains) saja kita sudah mampu menghukuminya.     

Sehubungan dengan jalan-jalan simpangan -yang bukan jalan utama- dimana mungkin saja terdapat penyimpangan-penyimpangan disana-sini, akan tetapi hal tersebut sama sekali tidak mempengaruhi jalan utama (prinsip agama) tadi. Pengakuan atas berbilangnya jalan-jalan simpangan tadi bukan berarti harus dibarengi dengan menerima atas ide adanya beberapa jalan utama, karena hanya satu jalan utama (shirat al-mustaqim). Oleh karena itu, Allah dalam Al-Qu’an dalam penggunaan kata “shirath” dengan tunggal sementara kata “subul” dengan jamak.

“dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-ku yang lurus, maka ikutilah dia; janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain….” (QS Al-ma’idah;153).

Jelas bahwa disamping kata “shirat al-mustaqim” (jalan yang lurus) juga terdapat kata “subul” (jalan-jalan) yang menunjukkan adanya bilangan. Hal tersebut seperti yang difirmankan dalam ayat lain yang berbunyi:

“dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami….” (QS Al-Ankabut;69)

adapun “subul” dalam ayat ini adalah jalan-jalan yang diridhai -berbeda dengan ayat sebelumnya- yang bisa diperumpamakan seperti garis-garis yang terdapat dalam jalan utama “shirat al-mustaqim”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s