Masjid Nabawi

Ketika orang-orang jahat Mekkah melanjutkan tindak kekerasan terhadap Nabi Muhammad Saw dan kaum Muslimin, Nabi Saw memutuskan untuk hijrah meninggalkan Mekkah untuk selamanya. Beliau menyampaikan kepada kaum Muslimin untuk berhijrah bersama dengannya ke Madinah, di mana kaum Muslimin yang lainnya menantikan mereka. Gerakan ini disebut sebagai Hijrah Nabi Saw.

Ketika Nabi Muhammad Saw tiba di Madinah, kaum Muslimin merasa bahagia dan menyambut mereka dengan hangat.

Pekerjaan yang pertama kali yang mereka lakukan adalah membangun sebuah masjid untuk kaum Muslimin.

Beliau memilih sebidang tanah yang dimiliki oleh dua orang anak yatim. Setelah membeli tanah tersebut untuk pembangunan masjid, beliau meminta kaum Muslimin untuk membantunya membangun sebuah masjid yang sederhana.

Seluruh kaum Muslimin membantu dalam melapangkan jalan dan menebang pepohonan dan ilalang. Setelah itu, pekerjaan pembangunan masjid dimulai. Nabi Saw juga turut serta membantu pelapangan jalan untuk pembangunan masjid tersebut.

Masjid Madinah didirikan tidak hanya untuk keperluan ibadah. Kaum Muslimin juga datang ke masjid itu untuk menuntut ilmu. Ketika Nabi Saw hadir di Masjid, mereka mendengarkan sabda-sabda beliau. Dan jika Nabi Saw tidak hadir di Masjid, sahabat-sahabat yang lain yang memberikan pelajaran yang didapatkan dari Nabi Muhammad Saw.

Suatu waktu Nabi Saw memasuki masjid untuk menunaikan salat. Beliau menjumpai dua kelompok di dalam masjid. Kelompok pertama sedang sibuk dengan salat mereka, kelompok lainnya sedang sibuk belajar dan mengajar. Mereka belajar membaca dan menulis dan mendiskusikan ajaran-ajaran Islam.

Melihat kedua kelompok ini, Nabi Saw bersabda: “Kedua kelompok melakukan hal yang berguna. Akan tetapi Aku adalah seorang pengajar. Aku akan bergabung dengan kelompok yang sedang sibuk belajar dan mengajar.” Lalu Nabi Saw duduk dengan kelompok pelajar.

 

Sumber Rujukan:

Al-Garawi, al-Amtsalun Nabawiyyah.

 

Pelajaran yang dapat kita petik dari kisah teladan Nabi Muhammad Saw di atas adalah:

Nabi Muhammad Saw tidak pernah duduk santai sementara orang-orang sibuk bekerja. Ketika masjid dibangun, beliau bekerja sebagaimana yang lain.

Mengkaji ilmu-ilmu Islam adalah bagian dari ibadah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s