Pandangan Rasul Tentang Sahabat [17]

Oleh: Tijani

1. Hadith Telaga

Bersabda Rasulullah SAWA: ketika aku sedang berdiri tiba-tiba datang sekelompok orang yang aku kenal. Lalu keluarlah seorang di antara kami dan berkata,”Mari”. Aku tanya,”Ke mana?” Jawabnya,”Ke neraka, demi Allah”. “Apa kesalahan mereka?” Tanyaku. “Mereka telah murtad setelahmu dan berbalik kebelakang dari kebenaran, dan aku perhatikan tiada yang tersisa melainkan (sedikit sekali) seperti sekelompok unta yang tertinggal”, jawabnya [11].

Rasulullah SAWA bersabda: Aku akan mendahului kalian di Telaga Haudh. Siapa yang berlalu dariku dia akan minum dan siapa yang minum tidak akan dahaga selama-lamanya. Kelak ada sekelompok orang yang aku kenal dan mereka juga mengenalku datang kepadaku; kemudian mereka dipisahkan dariku. Aku akan berkata: apa yang telah mereka lakukan setelah ketiadaanmu. Dan aku pun berkata: Nyahlah, nyahlah mereka yang telah berubah setelah ketiadaanku”.

Orang yang merenungkan makna hadith-hadith seumpama ini yang diriwayatkan sendiri oleh ulama Ahlul Sunnah Wal Jamaah di dalam berbagai kitab sahih mereka, akan tidak akan ragu lagi membuat kesimpulan bahawa kebanyakan sahabat telah berubah bahkan telah berbalik ke belakang setelah wafatnya Nabi SAWA melainkan segelintir kecil sahaja yang diibaratkan oleh Nabi SAWA seperti sekelompok unta yang tertinggal. Hadith ini tidak dapat ditafsirkan bahawa ianya bermaksud kepada golongan orang-orang munafik, mengingat nas itu sendiri berkata: sahabatku, sahabatku (ashabi). Dan ianya juga sebagai tafsir atau realisasi dari ayat-ayat al-Qur’an yang menyebutkan tentang sikap mereka yang berbalik ke belakang sehingga diancam oleh Allah dengan api neraka, seperti yang telah disentuh di atas.

2. Hadith: Bersaing Untuk Dunia

Bersabda Nabi SAWA,”Aku akan mendahului kalian dan akan menjadi saksi kepada kalian. Demi Allah aku kini melihat Haudhku (telaga di syurga) dan aku juga telah diberikan kunci kekayaan bumi (atau kunci bumi). Demi Allah aku tidak khuatir kalian akan mensyirikkan Allah setelahku, tetapi aku khuatir kalian akan bersaing untuknya (dunia)” [12].

Sungguh benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAWA. Mereka telah bersaing dan berlumba-lumba untuk dunia ini sehingga pedang-pedang mereka dihunuskan, berperang, dan saling mengkafirkan. Sebahagian sahabat yang besar menimbunkan emas dan perak. Para ahli sejarah seperti al-Masu’di di dalam kitabnya Muruj az-Zahab dan Tabari dan lain-lainya lagi mencatatkan bahawa kekayaan Zubair sahaja mencapai lima puluh ribu dinar, seribu ekor kuda, seribu orang hamba sahaya dan sejumlah tanah di Basrah, Kufah, Mesir, dan lain-lain lagi [13]. Dan Talhah mempunyai kekayaan pertanian di Iraq di mana setiap harinya menghasilkan seribu dinar, konon lebih dari itu. Abdul Rahman bin Auf mempunyai seratus ekor kuda, seribu unta, dan sepuluh ribu kambing. Sesuku dari seperlapan hartanya yang dibahagi-bahagikan kepada isterinya selepas meninggalnya mencapai lapan puluh empat ribu [14]. Ketika Uthman bin Affan meninggal dunia, beliau telah meninggalkan sejumlah seratus lima puluh ribu dinar, tidak terhitung binatang ternakdan tanah-tanah subur tidak terkira. Emas dan perak yang ditinggalkan oleh Zaid bin Thabit sedemikian banyaknya sehingga harus dipecahkan dengan kapak. selain dari harta dan tanah yang bernilai seratus ribu dinar [15].

 Demikianlah sebahagian contoh yang dapat kita lihat di dalam sejarah. Kita tidak bermaksud membahasnya secara terperinci dan cukup sekadar sebagai bukti betapa mereka tergoda oleh kemewahan dunia dan kenikmatannya.

2 responses to “Pandangan Rasul Tentang Sahabat [17]

  1. Shalawat..Salam…tuk para pecinta keluarga Nabi. Kebenaran bukan hanya milik satu golongan, namun kebenaran mesti di cari.

    • Benar sekali, kebenaran bukan milik siapapun. Kebenaran adalah tolok ukur segala-galanya, maka dari itu semuanya harus mencari kebenaran itu. Kebenaran itu sekrang ini mungkin tersebar di semua golongan, namun sangat mungkin kebenaran itu banyak dijumpai pada satu golongan. Sabda Imam Ali: carilah kebenaran itu dan kamu akan melihat siapa yang berjalan di atas kebenaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s