Kepeloporan Syiah Dalam Ilmu Fikih

Oleh: Ayatullah Sayyid Hasan Ash-Shadr

Tentang Orang Pertama Yang Pengarang Kitab Di Bidang Ilmu Fiqih, Merumuskan Dan Menyusun Bab-babnya

Ketahuilah bahwasanya orang pertama yang mengarang kitab di bidang ilmu Fiqih dan merumuskannya ialah Ali ibn Abu Rafie; budak Rasulullah saw. An-Najasyi di dalam mengulas generasi pertama pengarang dari syiah Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s.: “Ali ibn Abu Rafie, budak Rasulullah saw.  adalah seorang tabi’in dan pengikut setia Syiah. Ia mempunyai hubungan persahabatan yang dekat dengan Imam Ali ibn Abi Thalib a.s. Ia adalah sekretaris Imam Ali, menyimpan banyak dokumen, dan menyusun sebuah kitab tentang berbagai bab Fiqih, seperti Wudhu, Shalat dan bab-bab lainnya. Ia belajar pada Imam Ali bin Abi Thalib a.s. Penyusunan kitab itu dilakukannya pada masa hidup sang guru yang mulia, dimulai dari bab Wudhu. Termaktub di dalamnya, bahwa jika salah seorang dari kalian hendak berwudhu, maka memulailah dari bagian kanan ke kiri dari badannya”.

Masih dari An-Najasyi dikatakan: “Para Ulama menghormati kitab ini. Maka, dia (Ali bin Abu Rafie) adalah orang pertama dari kaum Syiah yang mengarang kitab di bidang Fiqih. Dan Jalaluddin As-Suyuthi menyatakan: “Orang pertama yang mengarang kitab di bidang Fiqih ialah Imam Abu Hanifah”. Maksudnya ialah orangh pertama dari kalangan Ahli Sunnah, sebab penyusunan kitab fiqih telah dilakukan oleh Ali ibn Abu Rafie di masa hiodup Imam Ali ibn Abi Thalib a.s., beberapa puluh tahun jauh sebelum kelahiran Abu Hanifah.

Bahkan terdapat sekelompok ahli fiqih Syiah yang mengarang kitab di bidang Fiqih sebelum Abu Hanifah, seperti seoang tabi’in bernama Al-Qosim ibn Muhammad ibn Abu Bakar dan Sa’id ibn Al-Musayyab; seorang faqih Madinah keturuan bangsa Quraisy, dan salah seorang enam pakar fiqih. Sa’id wafat pada tahun 94 H. Sementara Al-Qosim ibn Muhammad ibn Abu Bakar wafat pada 106 H. ini berdasarkan pendapat yang benar. Ia adalah datuk Tuan kami; Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. dari pihak ibu beliau, yaitu Farwah binti Al-Qosim. Al-Qosim menikah dengan anak perempuan Imam Ali Zainal Abidin a.s.

Di samping itu, Abdullah Al-Humairi di dalam kitabnya, Qurbul Isnad, dalam mengulas ihwal Al-Qosim ibn Muhammad ibn Abu Bakar dan Sa’id ibn Al-Musayyab mengatakan: “Kedua-duanya adalah Syiah”. Adapun Al-Kulaini di dalam Al-Kafi di bab kelahiran Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. menukil dari Yahya ibn Jarir, bahwa Yahya mengatakan: “Berkata Abu Abdillah (Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s.) bahwa Sa’id ibn Al-Musayyab, Al-Qosim ibn Muhammad ibn Abu Bakar dan Abu Khalid Al-Kalibi termasuk dari perawi-perawi terpercaya Ali ibn Husein a.s. (Imam Ali Zainal Abidin). Bahkan dalam sebuah hadis, dinyatakan bahwa Sa’id  dan Al-Qosim adalah dua hawari (sahabat dekat) Ali ibn Husein a.s.”.

Tentang Tokoh-tokoh Tersohor Dari Fuqoha Generasi Pertama Syiah

Nama-nama mereka telah dicatat oleh Syeikh Abu Amr Al-Kasyi di dalam kitabnya yang terkenal; Rijalul Kasyi, yang semasa dengan Abu Ja’far Al-Kulaini; ahli hadis di abad ketiga. Al-Kasyi mengatakan: “Mengenai nama-nama para faqih dari sahabat Imam Muhammad Baqir dan Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s., bahwa para ulama telah sepakat pada pengakuan mereka akan kedudukan ilmu orang-orang pertama dari sahabat Imam Muhammad Baqir dan Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s., dimana ulama ini merujuk mereka ini dalam masalah fiqih. Mereka mengatakan bahwa yang paling terkemuka di antara mereka adalah enam sahabat Imam, yaitu Zurarah ibn A’yan, Ma’ruf ibn Kharbudz, Buraid, Abu Bashir Al-Asadi, Al-Fudhail ibn Yasar dan Muhammad ibn Muslim Ath-Thaifi. Sebagian mereka mengatakan bahwa yang benar ialah Abu Abshir Al-Muradi, yakni Laits ibn Al-Bakhtari, bukan Abu Bashir Al-Asadi. Mereka juga mengatakan bahwa yang paling alim di antara enam sahabat ini ialah Zurarah”.

Al-Kasyi lebih lanjut mengatakan: “Mengenai nama-nama fuqoha dari sahabat Imam Ja’far Ash-Shodiq a.s., para ulama telah sepakat untuk menyatakan sohih atas hadis-hadis sohih yang diriwayatkan oleh mereka, membenarkan apa yang mereka katakan, dan mengakui fiqih selain mereka berenam yang telah kami sebutkan namanya masing-masing. (Selain) mereka itu adalah enam orang; yaitu Jamil ibn Darraj, Abdullah ibn Miskan, Abdullah ibn Bakir, Hammad ibn Isa, Hammad ibn Utsman dan Aban ibn Utsman. Mereka (para ulama) juga mengatakan bahwa seorang faqih besar bernama Abu Ishaq; yaitu Tsa’labah ibn Maimun, menilai bahwa yang paling alim di antara mereka berenam ialah Jamil ibn Darraj. Enam orang itu adalah sahabat-sahabat muda Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s.”.

Masih dari Al-Kasyi dinyatakan: “Mengenai nama-nama fuqoha dari sahabat Abu Ibrahim dan Abul Hasan (Imam Ali Ar-Ridha a.s.), bahwa telah sepakat ulama kami untuk menilai sohih hadis-hadis yang diriwayatkan oleh mereka, membenarkan ucapan mereka serta mengakui ilmu dan fiqih mereka. Mereka itu ialah enam orang yang datang selain eman orang sahabat Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. yang telah kami sebutkan di atas tadi; yaitu Yunus ibn Abdurrahman, Shafwan ibn Yahya Bayya’ As-Sabiri, Muhammad ibn Abi Umair, Abdullah ibn Al-Mughirah, Al-Hasan ibn Mahbub dan Ahmad ibn Muhammad ibn Abi Bashar. Sebagian ulama itu mengatakan bahwa yang benar bukanlah Al-Hasan ibn Mahbub, tetapi Al-Hasan ibn Ali ibn Fidhal dan Fudhalah ibn Ayyub. Sebagian mereka lagi menempatkan Utsman ibn Isa di posisi Fudhalah. Disepakati bahwa di antara mereka yang paling alim ialah Yunus ibn Abdurrahman dan Shafwan ibn Yahya”. Demikianlah kesaksian Al-Kasyi menjelaskan tokoh-tokoh tersohor dari fuqoha Syiah.

Tentang Banyaknya Jumlah Nama Faqih Dari Generasi Pertama Yang Mengarang Kitab Berdasarkan Mazhab Imam Ja’far Ibn Muhammad Ash-Shadiq a.s

Ketika membahas ihwal Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s., Syeikh Abul Qosim Ja’far ibn Sa’id yang terkenal dengan gelar Al-Muhaqqiq (peneliti) mengatakan di dalam kitabnya yang berjudul Al-Mu’tabar: “Dia (Imam Ja’far Ash-Shadiq) telah melakukan pengajaran sekelompok besar dari ulama dan ahli fikih terkemuka. Dari jawaban-jawaban Imam Ja’far a.s. atas peroslan-persoalan yang diajukan, mereka menulis 400 kitab”. Saya katakan bahwa kitab-kitab ini adalah hasil penyusunan para ulama dan ahli fikih tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa Syeikh Syamsuddin Muhammad ibn Makki Asy-Syahid menyatakan di awal kitab Adz-Dzikra: “jawaban-jawaban Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. atas masalah-masalah fiqih telah ditulis oleh 4000 orang dari warga Irak, Hijaz, Khurasan dan Syam. Nama-nama kitab mereka tersimpan di kitab-kitab katalogia kitab-kitab Syiah, seperti kitab Fehrest Syeikh Abul Abbas An-Najasyi, Fehrest Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi, Fehrset Syeikh Abul Faraj Ibnu Nadim, kitab Al-‘Uqaili, kitab Ibnu Al-Ghadhoiri.

Pada kesempatan membahas ihwal Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s., Syeikh Mufid di dalam Al-Irsyad mengatakan: “Begitu banyak orang yang menukil dari beliau sehingga menjadi pusat tujuan perjalanan dan menebar sanjungan kepadanya di berbagai pelosok negeri. Para ulama tidak menukil hadis dan ilmu beliau dari salah satu aggota keluarga beliau. Para ahli hadis mencatat nama-nama perawi terpercaya yang meriwayatkan dari beliau, meski perbedaan pendapat mereka. Jumlah mereka mencapai 4000 orang”. Saya katakan bahwa Syeikh Abul Abbas Ahmad ibn ‘Uqdah Az-Zaidi telah menghitung nama-nama tersebut sebanyak 4000 orang, lalu menghimpunnya secara terpisah di dalam sebuh kitab, sebagaimana yang dilaporkan oleh Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi di awal bab sahabat-sahabat Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. dari kitabnya, Ar-Rijal. Silahkan dirujuk!

Tentang Sebagian Kitab-kitab Induk Fiqih Yang Dikarang Oleh Sahabat-sahabat Para Imam Ahlulbait Dari Generasi Pasca Tabi’in

Seperti kitab induk fiqih bernama Jami’ul Fiqh yang dikarang oleh Tsabit ibn Hurmuz Al-Miqdam dari Imam Ali Zainal Abidin a.s., dan kitab Syara’iul Iman, karya Muhammad ibn Al-Mu’afi; budak Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. sekaligus belajar pada Imam Musa Al-Kadzim dan Imam Ali Ar-Ridha a.s. Muhammad wafat pada tahun 265 H. Juga kitab Jami’ Abwabil Fiqh, karya Ali ibn Abu Hamzah; murid Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. Adalah Abdullah ibn Al-Mughirah telah menulis tiga puluh kitab tentang bebarapa bab fiqih, sebagaimana dicatat oleh An-Najasyi. Ia adalah salah seorang sahabat Imam Musa Al-Kadzim a.s.

Adapula kitab Al-Fiqh wal Ahkam yang dkarang oleh Ibrahim ibn Muhammad ibn Abu Yahya Al-Madani Al-Aslami. Ia swafat pada tahun 184 H. Juga kitab Al-Jamie fi Abwabil Fiqh karya Al-Hasan ibn Ali ibn Abu Muhammad Al-Hijal. Juga kitab Al-Jamiul Kabir fil Fiqh, karya Ali ibn Muhammad ibn Syireh Al-Kasyani Abil Hasan; seorang yang produktif mengarang kitab. Juga sebuah kitab yang disusun menurut urutan bab fiqih yang dikarang oleh Shafwan ibn Yahya Al-Bajali. Ia wafat pada tahun 210 H. Juga kitab Al-Masyikhakh yang disusun berdasarkan arti fiqih oleh Abu Ali Al-Hasan ibn Mahbub As-Sarrad; seorang guru besar Syiah dan sahabat Imam Ali Ar-Ridha a.s. Ia wafat pada tahun 224 H. Dan terkhir adalah kitab Ar-Rahmah; sebuah kitab tebal yang menghimpun berbagai cabang ilmu fiqih dari jalur Ahulubait a.s.

One response to “Kepeloporan Syiah Dalam Ilmu Fikih

  1. Umat harus mengenal Islam tidak dari satu pihak saja, apalagi harus membatasinya dengan satu dua referensi. Umat harus penasaran dengan apa yang disampaikan oleh Ahlul Bait Nabi saw, bukan malah apriori terhadap mereka. Di sisi lain penganut Ahlul Bait di negeri ini harus lebih aktif lagi menerbitkan buku-buku tulisan para ulama Syiah menyangkut dialog-dialog Sunnah-Syiah, fikih Syiah, maupun tulisan ulama lainnya yang mendukung kebenaran mazhab Ahlul Bait. Saya sangat bersyukur telah mendapatkan buku yang amat sangat berharga buat saya, yaitu Mazhab Pecinta Keluarga Nabi oleh Ayatullah Sayyid Muhammad al-Musawi, dan juga sebelumnya Dialog Sunnah-Syiah oleh Syarafuddin al-Musawi. Umat wajib membacanya! Mohon terbitkan buku fikih, mengenai shalat khususnya, yang pembahasannya sedetail kedua buku dialog tersebut. Kasihan umat yang menyandarkan shalatnya pada kabar sahabat yang besar kemungkinannya tidak mengenal shalat Nabi saw karena satu dua hal. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s