Tentang Liberalisme

Oleh: Ayatullah Taqi Mishbah Yazdi

Definisi kebebasan

Tanya: Apakah definisi kebebasan?

Jawab: Sebelum menjawab pertanyaan diatas ada satu hal yang perlu dicatat bahwa, suatu konsep (mafhum) dapat dibagi menjadi dua bagian, pertama; adalah pemahaman obyektif dan konkrit (mafhum aini /inzimami), dan kedua; pemahaman abstrak (mafhum zihni / intiza’i). Sewaktu kita dihadapkan pada pemahaman obyektif dan konkrit niscaya kita tidak akan banyak menemui kesulitan. Hal itu sebagaimana  dapat kita praktekkan pada pemahaman kita tentang hal-hal yang berkenaan dengan disiplin ilmu eksak sebagaimana halnya pengetahuan kita tentang air, gerak, listrik begitu pula dengan hal-hal yang berkenaan dengan disiplin ilmu kedokteran, seperti pemahaman kita tentang mata, telinga, lambung, dll. Itu semua ialah bagian dari pemahaman obyektif dan konkrit yang dapat dipahami dan dicerna dengan baik oleh setiap pendengarnya. Walaupun mungkin terkadang ada beberapa ketidakjelasan pula dalam beberapa obyek konsep tersebut, seperti apakah air sari bunga merupakan masuk kategori air ataukah bukan?

Adapun ungkapan yang melibatkan konsep abstrak (mafhum intiza’i), sebagaimana bisa kita dapati dalam beberapa konsep filsafat ataupun banyak hal yang berkaitan dengan disiplin ilmu humaniora seperti psikologi, sosiologi, hukum,  politik dan lain sebagainya merupakan suatu perkara yang sulit dari sisi pemahamannya. Hal tersebut lebih dikarenakan oleh sering terdapatnya kata- kata yang memiliki banyak sekali pengertian yang berbeda-beda, oleh karena itu sering pula didapat banyak sekali topik pembahasan yang memakai istilah-istilah tersebut tidak membuahkan suatu hasil yang jelas.

Sebagai contoh istilah kultur (budaya) yang memiliki berkisar lima puluh sampai lima ratus definisi. Jarang sekali didapati definisi yang pas dan cocok dalam mengartikan kata budaya (kultur) tersebut, sehingga kita dapati dalam topik bahasan “pengembangan budaya” sering mengalami proses ketidakjelasan pula. Begitu pula yang terjadi pada istilah demokrasi yang memiliki beberapa definisi, yang terkadang diartikan “kedaulatan rakyat” atau terkadang juga diartikan sebagai “perintahan rakyat atas rakyat”, semua itu tidak memiliki kejelasan arti dan maknanya. Lantas apakah istilah tersebut dibuat untuk menjelaskan tentang suatu bentuk pemerintahan? Ataukah satu bentuk konsep menuntaskan berbagai problem sosial?

Istilah lain yang memiliki hukum yang sama adalah istilah “liberalitas” yang sering diartikan dengan “kebebasan”, sehingga dari situlah bagi banyak kalangan dianggap memiliki daya tarik tersendiri. Pengertian dari istilah inipun tidak bisa dipahami dengan detail dan terperinci sehingga dalam mengartikan dan pemakaian istilah tersebut akan menambah ketidakjelasan pula.

Kata kebebasan juga memiliki berbagai ragam definisi, dimana hal itu yang mengakibatkannya tidak memiliki kejelasan makna. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kejelasan dalam segala pembahasan yang berkaitan dengan kebebasan, harus didapat terlebih dahulu definisi yang jelas sehingga menghasilkan persamaan presepsi dalam peletakan makna. Sehingga, dari situlah baru akan terjadi dialog yang jelas dan menghasilkan. Beberapa tahun terakhir ini sering terjadi pembahasan yang berkaitan dengan topik kebebasan akan tetapi dikarenakan problem diatas tadi sehingga pembahasan-pembahasan tersebut sama sekali tidak membawakan hasil yang berarti.

Kata kebebasan terkadang diartikan dengan kebebasan memilih (ikhtiyar/choosing ) lawan dari keterpaksaan, terkadang dipakai untuk makna manusia bebas lawan dari perbudakan, atau kebebasan dalam berpendapat atau juga diartikan sebagai memiliki pendapat sendiri lawan dari mengikuti pendapat orang  (taqlid). Terkadang pula dipakai untuk makna kebebasan dalam mengamalkan suatu pekerjaan yang dikehendaki dan bebas dalam segala yang diinginkan untuk diungkapkan. Dengan kata lain, terhapusnya segala batasan dan ikatan sehubungan dengan ucapan, gerak-gerik ataupun prilaku. Adapun yang sering dibahas dan diperdebatkan dalam filsafat hukum dan perundang-undangan ialah makna terakhir dari pengertian-pengertian yang tersebut diatas.

Berkenaan dengan definisi kebebasan, para penulis barat telah menyebutkan tidak kurang dari dua ratus definisi. Terkadang dari beberapa definisi yang ada terdapat satu definisi menyerupai yang lain, tapi  tidak jarang pula kita dapati definisi yang sangat kontradiksi dengan yang lainnya. Hampir semua suku bangsa menilai bahwa kebebasan memiliki nilai sakralitas tersendiri, oleh karena itu sering didapati perbedaan dan perdebatan yang tidak jarang berakhir dengan munculnya pertumpahan darah dibanyak tempat.

Menilik dari ketidakjelasan berbagai pemahaman semacam istilah kebebasan inilah, maka setiap pembahasan dan jawaban dari soalan-soalan yang berkaitan dengan istilah tersebut harus ditentukan definisi dan makna yang jelas terlebih dahulu. Setelah itu, baru dapat dibuka sebuah pembahasan, karena jika salah satu dari definisi tersebut kita kemukakan lantas kita perbandingkan dengan pendapat islam, atau melihat dari sisi kesesuaian atau tidaknya dengan islam maka pembahasan akan menjadi panjang lebar dan akan menjadi semakin rumit.

Oleh karena itu, untuk mempermudah supaya pembahasan berjalan dengan baik, kita alihkan pembahasan berkaitan dengan definisi istilah kebebasan kepada pembahasan dalam rangka untuk menentukan berbagai ekstensi (misdaq) kebebasan, umpamanya dengan memunculkan pertanyan seperti: Apakah dalam pandangan islam media percetakan memiliki kebebasan? dan sampai dimana kebebasan itu ada? Apakah kebebasan seksual diperbolehkan dalam islam dan masyarakat islam? Apakah menghina dan mencela orang lain memiliki kebebasan atau tidak? Dari pertanyaan-pertanyaan diatas dapat disimpulkan bahwa kebebasan memiliki banyak sekali pengertian dengan berbagai ragamnya. Dan untuk dapat mengambil satu kesepakatan dalam pendefinisian hal tersebut bukan suatu hal yang mudah, tapi hal yang terpenting ialah menyebutkan berbagai eksternal kebebasan secara khusus dan kemudian membahasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s