Tujuan Pluralisme

Oleh: Ayatullah Taqi Mishbah Yazdi

Tanya: Apakah tujuan dilontarkannya permasalahan pluralisme agama pada masyarakat kita?

Jawab: Dalam media massa ataupun ceramah-ceramah yang sering dilakukan oleh orang-orang yang tak dikenal, beberapa kali kita dengar mereka melontarkan pemikiran pluralisme agama dan mereka juga tekankan bahwa Islam, Kristen maupun agama-agama lain memiliki kebaikan oleh karenanya harus ada saling menghormati dan toleransi antar pengikut keyakinan-keyakinan yang ada. Sebagaimana kita menyukai jika keyakinan kita dihormati orang lain dan kita diberi kebebasan mengamalkan segala ajaran yang kita miliki maka merekapun harus kita beri hak untuk menganggap diri mereka dalam kebenaran dan memberi kebebasan untuk mengamalkan segala ajaran mereka, juga menghormati dan menganggap akan keberadaan dan kebenaran akidah mereka.

Tujuan dilontarkannya pemikiran-pemikiran semacam ini pada masyarakat kita adalah mencakup hal-hal sbb:

  1. Menjaga agar tidak merebaknya kebudayaan Islam dan budaya revolusioner: Sewaktu pembicaraan tentang kebenaran semua agama dan keyakinan-keyakinan yang ada sudah bisa diterima maka tidak perlu lagi mengajak orang lain untuk menuju Islam. Sewaktu ucapan seorang Kristen pun dianggap sebagai suatu kebenaran, lantas untuk apa kita seru dia kepada Islam agar menjadi seorang muslim? sewaktu ucapan orang-orang materialis dianggap benar dan prilaku merekapun sesuai dengan tuntutan mereka, lantas tidak perlu lagi orang-orang monoteis mengajak mereka untuk meyakini Tuhan. Lantas kenapa para monoteis selalu mengajak orang-orang musyrik untuk bertauhid? kenapa dan kenapa….kesimpulan dari hal tadi adalah untuk membatasi luang lingkup penyebaran pemikiran revolusioner dan budaya Islam sehingga pemerataannyapun tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan leluasa yang kemudian berakhir pada kemandulan.
  2. Menyusupkan pemikiran, budaya juga norma-norma materialisme dan barat pada masyarakat kita: sewaktu agama, budaya maupun norma-norma kita telah sirna dan kita sudah meyakini bahwa bukan hanya Islam saja sebagai agama yang benar maka otomatis jalan buat agama dan keyakinan yang lainpun telah terbuka. Sewaktu semua agama dan sekte memiliki muatan kebenaran maka kenapa kita tidak mengikuti prilaku, posisi dan norma-norma kelompok lain selain Islam?

Kesimpulan dari dua poin diatas adalah untuk menghilangkan fanatisme dan jiwa beragama. Sewaktu kecemburuan dan rasa tanggungjawab keberagamaan -yang menjadi penghalang munculnya pemikiran-pemikiran menyimpang- telah sirna, sedang jiwa toleransi dan penyederhanaan masalah (tasahul) terus terpupuk hingga tumbuh dengan subur dan menjadi kokoh pada setiap jiwa  manusia sehingga seakan sudah tidak ada lagi perbedaan antar keyakinan, sakralitas maupun norma-norma pada setiap pribadi muda-mudi dan person-person masyarakat. Hal itu berarti bahwa musuh-musuh Islam telah berhasil dalam mencapai tujuannya. Karena pengaruh dan serangan norma-norma materialis dan barat telah berhasil membuka jalan-jalan yang ada sehingga kemungkinan berkuasanya kembali kekufuran menjadi semakin besar.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s